Surabaya, Rabu (9/9/2026) – Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) berkolaborasi dengan PT Prosperita Mitra Indonesia menggelar seminar sekaligus workshop bertajuk “Smart Digital Generation: Membangun Kesadaran Keamanan Siber di Era AI” di Auditorium UNUSA. Kegiatan ini menyasar isu yang semakin mendesak di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI), yakni meningkatnya risiko kejahatan siber yang kini turut memanfaatkan teknologi tersebut.

Acara dibuka secara langsung oleh Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., ASEAN.Eng. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan literasi digital dan kesadaran keamanan siber sebagai bagian dari kesiapan menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang, sekaligus mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Bertindak sebagai narasumber utama adalah Anggoro Saputro, Regional Director PT Prosperita Mitra Indonesia, yang memiliki pengalaman panjang di bidang sales dan keamanan siber, termasuk sejumlah sertifikasi profesional di bidang tersebut serta rekam jejak sebagai pembicara di berbagai forum literasi digital dan keamanan informasi.

[Catatan redaksi: mohon lengkapi dengan kutipan resmi Rektor dan narasumber (Anggoro Saputro) sebelum artikel ini dipublikasikan, agar pernyataan yang dikutip akurat dan sesuai dengan yang disampaikan pada acara.]

Seminar ini diikuti oleh mahasiswa lintas program studi di lingkungan UNUSA serta perwakilan organisasi kemahasiswaan (ormawa), menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap topik keamanan siber di kalangan generasi muda kampus.

Dalam paparannya, narasumber menyoroti bagaimana AI kini menjadi pedang bermata dua dalam lanskap keamanan siber. Di satu sisi, AI mempercepat kemampuan deteksi ancaman dan respons insiden bagi tim keamanan. Di sisi lain, teknologi yang sama juga dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mempercepat dan memperhalus serangan, mulai dari email phishing yang kini bisa dibuat hanya dalam hitungan menit, penipuan berbasis deepfake yang meningkat tajam, hingga modus quishing yang menyisipkan kode QR berbahaya dalam pesan resmi palsu.

Materi juga membahas kerangka kerja “5 Pilar Smart Digital Generation” sebagai panduan praktis bagi mahasiswa dalam menjaga keamanan digital sehari-hari, meliputi kesadaran terhadap ancaman (Aware), kebiasaan memverifikasi sumber dan tautan sebelum bertindak (Verify), penerapan langkah proteksi dasar seperti autentikasi multifaktor dan kata sandi yang kuat (Protect), etika bermedia digital (Ethical), serta keberanian melaporkan insiden mencurigakan (Report).

Selain aspek teknis, kegiatan ini turut mengangkat sisi regulasi, termasuk kewajiban institusi seperti kampus sebagai pengendali data pribadi berdasarkan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), serta perkembangan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang tengah dibahas di tingkat legislatif.

Sesi workshop dirancang lebih aplikatif, mengajak peserta mempraktikkan langkah-langkah verifikasi pesan mencurigakan, pengelolaan kata sandi yang aman, hingga simulasi pengenalan modus phishing dan social engineering yang kerap menyasar mahasiswa maupun masyarakat umum.

Melalui kolaborasi antara HIMASI UNUSA dan PT Prosperita Mitra Indonesia ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang produktif, tetapi juga tumbuh sebagai generasi digital yang cerdas, waspada, dan bertanggung jawab dalam menghadapi ancaman siber di era kecerdasan buatan.