Sidoarjo, 2026 – Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menggelar kegiatan edukasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang menyasar kelompok ibu-ibu PKK ini mengusung tema “Penguatan Ketahanan Keuangan Keluarga melalui Edukasi dan Pendampingan Strategi Resiliensi Finansial”. Program pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi UNUSA periode 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat desa— khususnya ibu rumah tangga sebagai manajer keuangan keluarga—agar memiliki resiliensi finansial, yaitu kemampuan mengelola arus kas, menghadapi guncangan ekonomi mendadak, serta menghindari jebakan utang konsumtif maupun pinjaman berisiko tinggi. Menurut Luluk Khoiriyah, SE., MSA., selaku ketua tim pengabdian masyarakat UNUSA yang didampingi oleh anggota mahasiswa Anindya Shafa Larasati dan Faizah Oktavia Ramadhani, tantangan ekonomi di era digital dan maraknya gaya hidup konsumtif menuntut literasi keuangan yang kuat. “Banyak keluarga menghadapi kesulitan karena belum terbiasa memisahkan antara kebutuhan dan keinginan, minimnya cadangan dana darurat, hingga pengelolaan utang yang kurang sehat. Melalui edukasi dan pendampingan ini, kami ingin mendorong terwujudnya keluarga yang tangguh dan mandiri secara finansial,” ungkapnya. Kegiatan ini mencakup penyampaian materi praktis mengenai empat pilar resiliensi finansial, yaitu: 1. Penyusunan Anggaran Bulanan: Mengalokasikan pendapatan secara ideal (50% kebutuhan pokok, 20% pendidikan & kesehatan, 20% tabungan & dana darurat, serta 10% sosial/lain-lain). 2. Pembentukan Dana Darurat: Menyiapkan dana cadangan sesuai status keluarga (312 bulan pengeluaran) untuk mengantisipasi risiko tak terduga. 3. Pengelolaan Utang yang Sehat (Debt Management): Menjaga batas maksimal total cicilan tidak melebihi 30% dari total pendapatan serta menghindari utang konsumtif dan pinjol ilegal. 4. Menabung dan Berinvestasi: Mengenalkan instrumen aman bagi pemula seperti tabungan, deposito, reksadana pasar uang, dan emas. Pelatihan disampaikan secara interaktif melalui simulasi pencatatan keuangan harian, perhitungan porsi dana darurat, hingga evaluasi anggaran. Selain itu, para peserta diajak berkomitmen menerapkan disiplin anggaran dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu peserta perwakilan ibu PKK Desa Kedungrejo mengungkapkan antusiasmenya selama mengikuti kegiatan. “Kami jadi lebih paham cara menghitung porsi dana darurat dan pentingnya mencatat pengeluaran secara terperinci. Sekarang kami tahu mana kebutuhan yang wajib dipenuhi dulu dan mana keinginan yang bisa ditunda,” ujarnya. Dengan terselenggaranya kegiatan pendampingan ini, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Kedungrejo dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungannya dalam membangun budaya keuangan yang sehat, bijak, dan tangguh menuju masa depan keluarga yang sejahtera.