Surabaya, 7 Juni 2026 — Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Teknologi Digital Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FEBTD UNUSA) turut hadir dalam kegiatan promosi kampus pada Car Free Day (CFD) Darmo Surabaya, sekaligus mengisi live talkshow di TV9 dengan tema “Rupiah Melemah? UMKM Tetap Melangkah: Strategi Bisnis Lokal di Era Ekonomi Tak Pasti”. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran FEBTD UNUSA dalam memperkuat edukasi publik, memperkenalkan keunggulan program studi, serta membangun kedekatan kampus dengan masyarakat.
Dalam live talkshow tersebut, hadir sebagai narasumber Dr. Endah Tri Wahyuningtyas, SE., MA., CSRS., AWP selaku Dekan FEBTD UNUSA dan Niken Savitri Primasari, SE., MM., Ak selaku Ketua Departemen Bisnis Digital FEBTD UNUSA. Keduanya membahas pentingnya penguatan ekonomi lokal, strategi UMKM dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, serta peran kampus dalam mendorong literasi bisnis dan digitalisasi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FEBTD UNUSA menegaskan bahwa promosi kampus tidak hanya dimaknai sebagai pengenalan program studi kepada calon mahasiswa. Lebih dari itu, promosi juga menjadi ruang edukasi, ruang kolaborasi, dan ruang kontribusi kampus kepada masyarakat. Kehadiran FEBTD UNUSA di CFD Darmo menjadi momentum untuk memperkenalkan pendidikan tinggi yang aplikatif, dekat dengan kebutuhan industri, serta relevan dengan tantangan ekonomi digital dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam sesi talkshow, Dekan FEBTD UNUSA menyampaikan bahwa dukungan terhadap produk lokal merupakan bagian penting dari ketahanan ekonomi daerah. Membeli produk lokal bukan hanya membantu pelaku UMKM secara langsung, tetapi juga menggerakkan ekonomi sekitar. Ketika masyarakat memilih produk lokal, maka perputaran ekonomi dapat dirasakan oleh pelaku usaha, tenaga kerja, pemasok, keluarga UMKM, hingga komunitas di sekitarnya.
“Ketahanan ekonomi tidak hanya dibangun dari kebijakan besar, tetapi juga dari keputusan kecil masyarakat. Membeli produk lokal adalah langkah sederhana, tetapi dampaknya dapat menguatkan ekonomi sekitar,” ujar Dr. Endah Tri Wahyuningtyas dalam talkshow tersebut.
Menurutnya, kondisi pelemahan rupiah perlu dilihat tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai momentum bagi UMKM untuk semakin adaptif. UMKM perlu lebih cermat dalam menghitung biaya produksi, menjaga arus kas, menata strategi harga, serta mencari peluang penggunaan bahan baku lokal. Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor dan mulai mengangkat potensi daerah sebagai bagian dari kekuatan produk lokal.
Senada dengan hal tersebut, Niken Savitri Primasari menekankan pentingnya branding dan digitalisasi bagi UMKM. Menurutnya, UMKM saat ini tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi juga perlu mampu membangun identitas merek, menyampaikan cerita produk, menjaga kualitas layanan, dan hadir secara konsisten di kanal digital. Digitalisasi tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang mahal, tetapi dapat diawali dari langkah sederhana seperti pemanfaatan WhatsApp Business, katalog digital, media sosial, marketplace, testimoni pelanggan, dan pencatatan pesanan yang lebih rapi.
FEBTD UNUSA melihat bahwa tantangan UMKM dan masyarakat saat ini membutuhkan keterlibatan aktif perguruan tinggi. Karena itu, FEBTD UNUSA terus mendorong berbagai bentuk pendampingan melalui literasi bisnis, pencatatan keuangan, digital marketing, edukasi pajak, literasi investasi, serta penguatan inkubator bisnis. Peran tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, praktik laboratorium, dan kolaborasi dengan berbagai mitra.
“Kampus tidak boleh hanya hadir di ruang kelas. FEBTD UNUSA ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui edukasi bisnis, pendampingan UMKM, penguatan literasi keuangan, serta promosi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masa depan,” ungkap Dr. Endah.
Dalam kegiatan promosi di CFD Darmo, FEBTD UNUSA juga memperkenalkan keunggulan pembelajaran pada tiga program studi, yaitu Sistem Informasi, Bisnis Digital, dan Akuntansi. Ketiga program studi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis, digital, dan berbasis kompetensi. Mahasiswa FEBTD UNUSA tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik melalui laboratorium fakultas, magang bersama mitra industri, serta kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat.
FEBTD UNUSA memiliki sejumlah laboratorium dan ruang praktik yang mendukung penguatan kompetensi mahasiswa, di antaranya laboratorium pajak, laboratorium investasi, dan inkubator bisnis. Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa dapat belajar secara lebih aplikatif, memahami persoalan nyata di masyarakat, serta mengasah kemampuan problem solving, komunikasi, kewirausahaan, dan literasi digital.
Salah satu keunggulan yang turut diperkenalkan dalam kegiatan promosi tersebut adalah program 3+1, yaitu skema pembelajaran 3 tahun di UNUSA dan 1 tahun pengalaman internasional di Taiwan. Program ini menjadi peluang bagi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Bisnis Digital, dan Akuntansi untuk memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi, serta membangun kesiapan karier internasional. Melalui pengalaman lintas negara, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika industri global dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Kurikulum FEBTD UNUSA juga dirancang sesuai dengan kebutuhan industri dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, bisnis, akuntansi, teknologi digital, kewirausahaan, dan keberlanjutan. Pendekatan ini menjadi penting karena lulusan masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan adaptif, kolaboratif, inovatif, dan mampu memberi solusi atas persoalan ekonomi dan sosial.
Kegiatan promosi FEBTD UNUSA di CFD Darmo dan live talkshow TV9 ini juga sejalan dengan komitmen universitas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pendidikan tinggi yang relevan, aplikatif, dan berorientasi kompetensi, FEBTD UNUSA berkontribusi pada SDGs 4: Quality Education. Dukungan terhadap UMKM, kewirausahaan, magang industri, serta kesiapan kerja mahasiswa mencerminkan kontribusi terhadap SDGs 8: Decent Work and Economic Growth. Penguatan digitalisasi, bisnis digital, sistem informasi, dan inkubator bisnis sejalan dengan SDGs 9: Industry, Innovation and Infrastructure.
Selain itu, ajakan untuk mendukung produk lokal dan mengoptimalkan potensi daerah secara berkelanjutan relevan dengan SDGs 12: Responsible Consumption and Production. Kolaborasi antara kampus, media, masyarakat, UMKM, dan mitra industri juga mencerminkan SDGs 17: Partnerships for the Goals. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda promosi pendidikan, tetapi juga bagian dari kontribusi FEBTD UNUSA dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan reputasi global universitas.
Melalui kegiatan promosi di CFD Darmo dan live talkshow TV9, FEBTD UNUSA menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang unggul, adaptif, berdaya saing global, berjiwa entrepreneur, dan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. FEBTD UNUSA tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ekonomi digital, memperkuat UMKM, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Bagi calon mahasiswa yang ingin menjadi bagian dari generasi muda yang siap menghadapi masa depan, FEBTD UNUSA membuka ruang untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi dalam membangun ekonomi digital, bisnis berkelanjutan, serta masa depan Indonesia yang lebih kuat.
#SDGs #SDG4 #QualityEducation #SDG8 #DecentWorkAndEconomicGrowth #SDG9 #IndustryInnovationAndInfrastructure #SDG12 #ResponsibleConsumptionAndProduction #SDG17 #PartnershipsForTheGoals #SustainableDevelopmentGoals #UNUSA #FEBTDUNUSA #KampusBerdampak #UMKMNaikKelas #SupportLocal #EkonomiBerkelanjutan #DigitalisasiUMKM
Penulis : Dr. Endah Tri Wahyuningtyas, SE., MA., CSRS., AWP selaku Dekan FEBTD Unusa
Recent Comments