Surabaya, 21 Mei 2026 — Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola transaksi dan pengelolaan keuangan masyarakat, termasuk di kalangan pelajar. Kemudahan penggunaan dompet digital, pembayaran elektronik, dan platform e-commerce perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab.

Melihat kebutuhan tersebut, tim dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Amanatul Ummah Surabaya dengan mengangkat tema peningkatan literasi keuangan melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa dan dilaksanakan pada 21 Mei 2026.

Membekali Siswa dengan Literasi Keuangan di Era Digital

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih perlunya penguatan kemampuan siswa dalam mengelola keuangan pribadi, khususnya dalam melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran, merencanakan penggunaan uang saku, serta membedakan kebutuhan dan keinginan.

Di tengah tingginya penggunaan teknologi digital oleh generasi muda, penguasaan teknologi belum selalu diikuti dengan kemampuan mengelola keuangan secara efektif. Oleh karena itu, edukasi literasi keuangan menjadi penting untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah.

Tim PkM UNUSA kemudian menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman praktik secara langsung melalui aplikasi “Sepran: Catatan Keuangan”.

Aplikasi tersebut digunakan sebagai media pencatatan keuangan digital yang membantu siswa mencatat pemasukan dan pengeluaran serta memahami pola pengelolaan keuangan pribadi secara lebih praktis.

Edukasi, Simulasi, dan Praktik Langsung

Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan memadukan sosialisasi, edukasi literasi keuangan, diskusi interaktif, simulasi kasus, praktik penggunaan aplikasi, pendampingan, dan evaluasi.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar pengelolaan keuangan, tetapi juga diajak untuk menerapkannya dalam situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Materi yang diberikan antara lain mengenai pentingnya pencatatan keuangan, perencanaan penggunaan uang saku, serta kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Setelah mendapatkan materi, siswa melakukan praktik menggunakan aplikasi Sepran untuk mencatat transaksi keuangan sederhana.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, serta menyelesaikan tahapan praktik penggunaan aplikasi. Seluruh peserta juga berhasil mengikuti proses instalasi dan mencoba fitur dasar aplikasi, termasuk pencatatan pemasukan dan pengeluaran.

Seluruh Indikator Keberhasilan Tercapai

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tingkat kehadiran peserta mencapai 100 persen atau 40 siswa, melampaui target minimal 90 persen.

Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang baik mengenai literasi keuangan, mampu mengoperasikan aplikasi Sepran secara mandiri, dan menunjukkan partisipasi yang sangat aktif selama proses pembelajaran. Seluruh indikator keberhasilan kegiatan dinyatakan tercapai.

Kegiatan juga menunjukkan bahwa integrasi antara edukasi dan praktik digital dapat membantu siswa mengembangkan pengetahuan sekaligus keterampilan dalam mengelola keuangan. Peserta mampu menjelaskan kembali konsep kebutuhan dan keinginan, menyusun perencanaan penggunaan uang saku, serta melakukan pencatatan transaksi secara mandiri.

Mendorong Kemandirian Finansial Sejak Usia Sekolah

Pemanfaatan aplikasi Sepran menjadi salah satu unsur penting dalam kegiatan ini. Teknologi tidak hanya digunakan sebagai alat pencatatan transaksi, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang membantu siswa membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih teratur dan disiplin.

Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dibandingkan pembelajaran yang hanya berfokus pada penyampaian teori. Siswa memperoleh kesempatan untuk langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui simulasi dan praktik pencatatan transaksi.

Dari perspektif pendidikan, kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan kompetensi literasi keuangan sebagai salah satu keterampilan hidup yang penting bagi generasi muda.

Komitmen UNUSA Hadir Memberikan Solusi bagi Masyarakat

Kegiatan PkM ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Program tersebut juga merupakan hilirisasi dari penelitian sebelumnya mengenai implementasi tata kelola organisasi dan pemanfaatan sistem informasi akuntansi berbasis web, yang menunjukkan manfaat teknologi digital dalam meningkatkan efektivitas, transparansi, dan efisiensi pengelolaan informasi keuangan.

Melalui kegiatan ini, UNUSA tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi praktis yang dapat digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, kebiasaan mencatat dan mengelola keuangan dapat terus diterapkan secara mandiri sehingga mampu mendukung terbentuknya generasi muda yang lebih disiplin, cerdas, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan finansial.

Ke depan, tim pengabdian berencana mendorong keberlanjutan program melalui komunikasi dan pendampingan bersama pihak sekolah. Materi literasi keuangan juga dapat dikembangkan ke tahap yang lebih luas, antara lain perencanaan keuangan jangka panjang, pengelolaan tabungan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengambilan keputusan keuangan.

Membangun Generasi Melek Keuangan melalui Teknologi

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Amanatul Ummah Surabaya menunjukkan bahwa literasi keuangan dapat dikembangkan secara lebih kontekstual dengan mengintegrasikan pendidikan, praktik, pendampingan, dan teknologi digital.

Melalui “Sepran: Catatan Keuangan”, siswa memperoleh pengalaman langsung untuk mengenali kondisi keuangan pribadi, mencatat transaksi, serta mulai membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih teratur.

Upaya sederhana tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga melek keuangan, sehingga mampu menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.