Surabaya — Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Dr. Endah Tri Wahyuningtyas, SE., MA., CSRS., AWP. menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kick-Off Penyusunan Kajian Akademik dan Peta Jalan Pengembangan UMKM Hijau di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Asian Development Bank (ADB) sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi UMKM menuju praktik bisnis hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Dalam forum tersebut, Dr. Endah menyampaikan paparan terkait Kajian Akademik UMKM Hijau yang mencakup ringkasan eksekutif, analisis kesenjangan kebijakan, benchmarking, arsitektur regulasi, serta arah penguatan kebijakan pengembangan UMKM hijau di Indonesia. Paparan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan dokumen akademik dan peta jalan yang diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan nasional mengenai UMKM Hijau.

Kegiatan FGD ini turut dihadiri oleh berbagai peserta dan penanggap dari lintas institusi strategis, antara lain Kementerian PPN/Bappenas, Asian Development Bank (ADB), Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Kementerian Perindustrian, APINDO, INDEF, IESR, SECO Swiss Embassy, Koalisi Ekonomi Membumi, New Energy Nexus Indonesia, Indonesia Impact Alliance, Instellar Impact, Paloma Sjahrir Foundation, Yayasan Rumah Energi, Yayasan Konservasi Alam Nusantara, serta sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Islam Internasional Indonesia, Universitas Islam Bandung, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Udayana.

Forum ini juga melibatkan pelaku usaha dan komunitas UMKM hijau, seperti Boolet, Crustea, Ecoxyztem, PT Pijak Bumi International, Rebricks, Yebi Snacks, ukmindonesia.id, serta PT Permodalan Nasional Madani. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa agenda UMKM Hijau tidak hanya menjadi isu akademik, tetapi juga menjadi agenda kolaboratif lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, lembaga pembangunan internasional, akademisi, sektor swasta, lembaga keuangan, komunitas, dan pelaku usaha.

Bagi FEBTD UNUSA, keterlibatan dalam forum lintas pemangku kepentingan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kontribusi keilmuan ekonomi, bisnis, akuntansi, manajemen, bisnis digital, dan sistem informasi dalam mendukung transformasi ekonomi hijau nasional. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa FEBTD UNUSA terus mendorong peran perguruan tinggi dalam mendukung SDGs melalui pendidikan, riset, kebijakan publik, dan pengabdian kepada masyarakat.

Keterlibatan FEBTD UNUSA dalam kegiatan ini menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Isu UMKM Hijau tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, lingkungan, tata kelola, inovasi, serta transformasi digital. Hal ini sejalan dengan komitmen UNUSA dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sebagai fakultas yang menaungi bidang ekonomi, bisnis, akuntansi, manajemen, bisnis digital, dan sistem informasi, FEBTD UNUSA memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ekonomi hijau. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pemahaman mengenai literasi keuangan, pengelolaan bisnis, digitalisasi UMKM, data, teknologi, keberlanjutan, dan tata kelola yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.

Dr. Endah menyampaikan bahwa pengembangan UMKM Hijau perlu dilihat sebagai agenda bersama, bukan hanya isu lingkungan. UMKM perlu didampingi agar mampu meningkatkan efisiensi usaha, mengelola sumber daya secara bijak, mengakses pembiayaan hijau, memenuhi standar keberlanjutan, serta masuk ke dalam rantai nilai yang lebih luas. Dengan demikian, UMKM dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa FEBTD UNUSA terus memperkuat perannya dalam ruang akademik, kebijakan publik, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dalam agenda nasional seperti ini, FEBTD UNUSA berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra strategis.

Bagi calon mahasiswa baru, aktivitas ini menjadi gambaran bahwa belajar di FEBTD UNUSA tidak hanya tentang memahami teori di kelas, tetapi juga tentang bagaimana ilmu ekonomi, bisnis, akuntansi, manajemen, teknologi digital, dan sistem informasi digunakan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat. FEBTD UNUSA hadir untuk mencetak generasi muda yang adaptif, berdaya saing, peduli keberlanjutan, dan siap menjadi bagian dari perubahan ekonomi masa depan.