Tim dosen melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berjudul
“Smart & Sustainable Furniture: Pendampingan Green Accounting dan Digital Branding pada
UMKM Meubel UD Sumber Rejeki” sebagai upaya memperkuat tata kelola keuangan,
efisiensi biaya, keberlanjutan, dan pemasaran digital UMKM furnitur.
UD Sumber Rejeki merupakan usaha meubel di Mojokerto yang telah bertahan dan
berkembang selama kurang lebih 20 tahun. Usaha ini melayani berbagai jenis furnitur berbasis
pesanan atau custom made, mulai dari pintu, jendela, dipan, lemari, hingga furnitur untuk
sekolah dan instansi. Jangkauan konsumennya tidak hanya berasal dari Mojokerto dan
sekitarnya, tetapi telah meluas ke Blitar, Kediri, Bangkalan, wilayah Indonesia Timur, serta
berbagai daerah lainnya.
Hasil observasi tim menunjukkan bahwa kekuatan utama UD Sumber Rejeki terletak
pada pengalaman produksi, kualitas pengerjaan, fleksibilitas tenaga kerja, serta kepercayaan
pelanggan. Sistem produksi dilakukan berdasarkan pesanan (make-to-order) sehingga usaha
tidak harus menanggung persediaan barang jadi dalam jumlah besar. Ketika memperoleh
pesanan berskala besar, jumlah tenaga kerja harian dapat disesuaikan, bahkan pernah mencapai
21 orang dalam satu proyek.
Di balik pengalaman usaha tersebut, tim menemukan masih terdapat ruang penguatan
pada aspek tata kelola keuangan. Selama ini keuangan usaha belum sepenuhnya dipisahkan
dari keuangan pribadi dan laporan keuangan belum disusun secara sistematis. Penetapan harga
produk juga banyak mengacu pada harga pasar, kemudian pemilik melakukan efisiensi
terhadap biaya bahan baku dan tenaga kerja untuk mempertahankan keuntungan.
Kondisi tersebut menjadi dasar tim pengabdian memberikan pendampingan pencatatan
keuangan digital, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pengendalian biaya produksi,
serta pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, pelaku
usaha diharapkan tidak hanya mengetahui jumlah uang masuk dan keluar, tetapi juga mampu
mengevaluasi keuntungan setiap pesanan dan mengambil keputusan usaha berdasarkan
informasi keuangan yang lebih akurat.
Ketua tim pengabdian, Dr. Endah Tri Wahyuningtyas, S.E., M.A., CSRS., AWP.,
menjelaskan bahwa pendampingan tidak dimaksudkan untuk mengganti pengalaman bisnis
yang telah dimiliki pelaku UMKM, tetapi mengubah pengetahuan dan praktik usaha yang
selama ini berjalan secara intuitif menjadi sistem yang lebih terukur.
“Pelaku UMKM sebenarnya memiliki pengalaman bisnis yang sangat kuat. Mereka
memahami pelanggan, kualitas bahan, waktu pembelian bahan baku, hingga produk mana yang
paling menguntungkan. Yang kami lakukan adalah membantu agar pengalaman tersebut
didukung oleh pencatatan keuangan dan perhitungan biaya yang lebih sistematis sehingga
dapat menjadi dasar pengambilan keputusan,” jelasnya.
Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Limbah hasil
produksi kayu di UD Sumber Rejeki ternyata telah memiliki nilai ekonomi. Serbuk dan sisa
kayu tidak seluruhnya dibuang, tetapi sebagian dijual dan dimanfaatkan kembali, termasuk
sebagai bahan bakar maupun bahan untuk produk wood pellet. Praktik tersebut menunjukkan
bahwa prinsip ekonomi sirkular sebenarnya telah tumbuh secara alami dalam aktivitas usaha.
Melalui pendampingan green accounting, praktik tersebut diarahkan agar mulai
terdokumentasi, baik dari sisi volume limbah yang dimanfaatkan maupun nilai ekonomi yang
dihasilkan. Dengan demikian, pengelolaan limbah tidak hanya dipandang sebagai aktivitas
lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari efisiensi dan penciptaan nilai ekonomi bagi
UMKM.
Selain tata kelola keuangan, tim memberikan perhatian pada digital branding. Selama
ini pemasaran UD Sumber Rejeki telah memanfaatkan Google dan YouTube serta banyak
berkembang melalui rekomendasi pelanggan, tetapi belum memiliki pengelolaan media sosial
seperti Instagram secara optimal. Padahal, usaha tersebut memiliki portofolio produk dan
proyek yang dapat menjadi modal kuat untuk membangun kepercayaan calon pelanggan baru.
Tim mendorong penguatan katalog dan portofolio digital yang menampilkan produk
unggulan, proses produksi, proyek yang pernah dikerjakan, layanan custom, hingga garansi
yang diberikan kepada konsumen. Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas pasar
tanpa menghilangkan kekuatan utama UD Sumber Rejeki sebagai produsen furnitur berbasis
pesanan.
Menariknya, hasil pendampingan juga menemukan adanya peluang pasar yang lebih
luas, termasuk ketertarikan konsumen luar negeri terhadap produk berbahan kayu. Hal ini
menunjukkan bahwa UMKM furnitur lokal memiliki peluang untuk meningkatkan daya saing
apabila kualitas produk yang telah dimiliki diperkuat dengan tata kelola usaha dan pemasaran
digital yang profesional.
Program Smart & Sustainable Furniture diharapkan tidak berhenti pada pelatihan,
tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam pengelolaan usaha. Melalui integrasi pencatatan
keuangan digital, HPP, pengendalian biaya, green accounting, pemanfaatan limbah, dan digital
branding, UD Sumber Rejeki diarahkan menjadi UMKM furnitur yang semakin profesional,
efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Smart Furniture, Smart Finance, Sustainable Business.”
Recent Comments