Masalah Kesehatan mental emosional dan perilaku pada anak dan remaja menjadi semakin nyata. Sebuah survei yang dilakukan oleh I-NAMHS (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey) tahun 2022 menunjukkan sebanyak 15.5 juta atau sekitar 34.9% remaja mengalami masalah kesehatan mental. WHO juga menunjukkan bahwa 1 di antara 7 anak berusia 10-19 tahun mengalami masalah kesehatan mental.
Kuesioner SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire) merupakan salah satu instrument untuk diagnosa psikologis anak. Akan tetapi, biasanya penggunaan instrument ini masih dilakukan secara manual. Sebagaimana dilakukan oleh RAISA Gwoth Care, salah satu lembaga penyedia layanan konsultasi psikologis. Proses skrining di RAISA Growth Care masih mengandalkan formulir cetak dan pencatatan manual, ujar Fia Risma selaku perwakilan mitra Raisa Growth Care. Kondisi tersebut dinilai kurang efisien karena membutuhkan waktu yang lebih lama dalam pengisian, pengolahan, hingga penyimpanan data. Selain itu, pencarian data hasil skrining dan penyusunan laporan juga menjadi lebih sulit ketika jumlah peserta terus bertambah.
Melihat urgensitas dari Kuesioner SDQ dan tuntutan untuk tersedianya alat bantu yang lebih efisien, Endang Sulistiyani, Dosen Prodi S1 Sistem Informasi UNUSA Bersama 4 mahasiswa, yakni firman, Azzam, Farhan, dan Wildan menawarkan inovasi baru. Website SDQ Care hadir sebagai inovasi berbasis digital yang mengadopsi Kuesioner SDQ. Sistem informasi berbasis website ini memungkinkan proses skrining dilakukan secara digital. “Melalui platform ini, pengguna dapat mengisi instrumen SDQ Care secara daring, sementara hasil skrining tersimpan secara otomatis dalam basis data sehingga lebih mudah diakses, dikelola, dan didokumentasikan,” ujar Azzam, salah satu mahasiswa pengembang sistem ini.
Sebagai bagian dari penyebarluasan inovasi dan implementasi , tim dosen mahasiswa UNUSA telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan kepada pengelola serta tenaga pendamping di RAISA Growth Care dan juga masyarakat umum secara online. “Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan fitur-fitur sistem, memberikan pendampingan penggunaan website, serta memastikan seluruh pengguna memahami alur pelaksanaan skrining secara digital,” ungkap Endang Sulistiyani sebagai dosen pembimbing.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan tentang sistem dan manfaatnya, akan tetapi juga mendapatkan kesempatan langsung untuk praktik menggunakan sistem untuk melakukan screening. Owner RAISA Growth Care menyambut baik pengembangan sistem skrining digital ini karena dinilai mampu membantu meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada anak dan keluarga. “Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa UNUSA. Sistem skrining berbasis digital ini sangat membantu kami dalam mempermudah proses pendataan, pengelolaan hasil skrining, serta mendukung pelayanan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Fia Risma selaku perwakilan mitra Raisa Growth Care. Harapannya, sistem ini dapat terus dikembangkan dengan berbagai fitur pendukung seperti rekomendasi hasil screening. Sehingga mampu membantu lembaga penyedia layanan psikologi dan juga masyarakat umum untuk melakuakn deteksi dini permasalahan
Recent Comments